online media consultant

samuelprakoso.com

April 8, 2010
by samuel
0 comments

[Tips SEO] Metadata

Bukan, metadata bukanlah sejenis makanan, bukan pula sejenis mutan kangguru. Metadata adalah sekumpulan tag HTML yang digunakan untuk menjelaskan kepada search engine mengenai isi sebuah situs.

Contoh format metadata adalah seperti ini:

<meta name=”description” content=”Blog Orang Ganteng – Kisah orang ganteng dalam mengarungi rimba internet.” />

Memang tag diatas tidak akan banyak mempengaruhi ranking situs anda di dalam search engine, tetapi isi tag tersebut yang akan tampil ketika akhirnya situs anda muncul pada sebuah hasil pencarian. Karena itu buatlah kata-kata yang menjual sehingga ketika akhirnya situs anda ditemukan, orang akan tertarik untuk membuka situs tersebut.

March 30, 2010
by samuel
0 comments

Mengubah Tanggal dan Timezone di CentOS the Manual Way

Untuk mengubah tanggal dan waktu di Linux, cara paling cepat adalah sebagai berikut:

Untuk menampilkan waktu sekarang:

$ date

Untuk mengubah tanggal dan waktu:

$ sudo date MMDDhhmmYYYY

dimana:

MM – Bulan
DD – Tanggal
hh – Jam dalam format 24 jam
mm – Menit
YYYY – 4 digit tahun

Contoh:

$ sudo date 033017005910

Artinya kita akan mengubah waktu dan tanggal menjadi 30 Maret 2010 Pukul 00:59

Untuk perintah selengkapnya dapat dilihat dengan mengetikkan perintah:

$ man date

Kemudian bagaimana jika yang ingin kita ubah adalah timezone nya? Caranya mudah:

Pada CentOS, pengaturan timezone ada pada file /etc/localtime, tapi file ini adalah file binary yang ngga bisa kita edit. Untungnya CentOS juga menyediakan berbagai macam file timezone yang dapat diintip di /usr/share/zoneinfo

Jadi caranya gampang sekali:

Jangan lupa file localtime yang lama di backup dulu:

$ cp /etc/localtime /etc/localtime.bak

Kemudian kita bisa copy file timezone tersebut ke /etc/localtime, ataupun membuat symbolic link, saya pilih cara kedua:

$ ln -s /usr/share/zoneinfo/Asia/Jakarta /etc/localtime

Kalo misalnya tidak bisa, karena file exist, hapuslah terlebih dahulu file localtime nya kemudian baru create symbolic link diatas.

Semoga berguna..

December 15, 2009
by samuel
0 comments

[Tips SEO] Menggunakan 301 Redirect

Jika Anda perhatikan, biasanya sebuah web dapat diakses dengan menggunakan awalan www maupun tidak, contoh nya web ini dapat diakses menggunakan ‘www.samuelprakoso.com’ ataupun hanya ‘samuelprakoso.com’, cool kan?

Tapi ini menjadi tidak cool lagi jika search engine berpikir kedua alamat situs itu adalah situs yang berbeda, sehingga ketika ditemukan bahwa isinya sama, hal itu akan mempengaruhi ranking situs kita di Google, karena Google menyukai content yang unik.

So, kita harus akali hal tersebut, salah satunya adalah dengan melakukan redirect, jadi pengunjung yang mengakses situs kita tanpa www akan diarahkan menjadi menggunakan www. Ada banyak cara untuk melakukannya, salah satunya, yang dipercaya paling disukai oleh Google, adalah menggunakan 301 redirect.

Ada banyak cara untuk melakukan 301 redirect ini, tapi saya sendiri lebih menyukai menggunakan htaccess

Caranya, jika misalnya kita ingin mengarahkan pengunjung samuelprakoso.com ke www.samuelprakoso.com, cukup dengan membuat sebuah file htaccess, dan diisi dengan perintah berikut:

Options +FollowSymlinks
RewriteEngine on
RewriteCond %{http_host} ^samuelprakoso.com [nc]
RewriteRule ^(.*)$ http://www.samuelprakoso.com/$1 [r=301,nc]

Fungsi perintah diatas kira-kira, jika ada orang mengakses situs ini tanpa www, arahkan ke situs yang sama, tapi tambahkan www di depan..

Selamat mencoba..

October 12, 2009
by samuel
0 comments

Hello world!

Pindahan lagi..

Dan setelah 13 tahun lebih bergaul dengan internet, akhirnya aku pindah ke domain yang menggunakan namaku sendiri. Sebenarnya untuk apa sih punya domain pakai nama sendiri? narsis? cry for attention? personal branding? atau sekedar pengen main-main saja dengan wordpress?

Jawabannya, ngga tau.. hehehe..

September 4, 2008
by samuel
0 comments

Ubuntu and Toshiba L300

Having trouble installing Ubuntu on Toshiba L300.. It keep crashing in the middle of install..

And after 2 days trying, at last the installation succeed, here is how to do it:
1. Disable onboard LAN card on BIOS
2. Use Live CD and install from there

And if you want to use the LAN card, you must upgrade the kernel to version 2.6.24-19

I hope it will help other who experience the same problem..

August 27, 2008
by samuel
0 comments

DNS Telkom Speedy

Ceritanya mau ngabisin quota Speedy, tapi kok ngga bisa konek kemana2 ya?.. ping punya ping ngga bisa.. Iseng2 ping ke IP nya mail server, hmm kok bisa.. Coba ganti DNS ah..

Browsing2 sebentar dan ketemu DNS lainnya Speedy, masukin semua deh DNS yang ada:

#sudo vi /etc/resolv.conf

Trus masukin deh koleksi DNS yang dapet dari web yang ada..

nameserver 203.130.206.250
nameserver 202.134.0.155
nameserver 202.134.0.61
nameserver 202.134.2.5
nameserver 203.130.196.5
nameserver 202.134.1.10
nameserver 202.134.0.155

#Hajar sekalian, masukin DNS nya Indosat:

nameserver 202.155.0.10
nameserver 202.155.0.15

Overkill hahahaha… Sekarang Speedy nya bisa lagi deh, hehehehe..

*Heran kan ngga bisa konek kemana2 kok bisa browsing.. hehehe..
**Browsing nya pake Telkom Flash dulu..
***Yes, I’m big fans of Telkom internet product.. Noott…

July 17, 2008
by samuel
0 comments

Telkomsel Flash dan Ubuntu..

..Ternyata bersahabat..

Baru hari ini telkomsel flash ku aktif setelah menunggu sebulan lebih dan bolak balik ke grapari.. but it’s another story lah..

Setelah aktif, tantangan berikutnya gimana cara menggunakannya di Ubuntu, secara software yang disediakan hanya untuk Windows dan Mac..

First thing first, aku coba tancapkan modem Huawei yang didapat dari paketannya telkomsel flash ini, kemudian di terminal aku ketik:

# lsusb

Dan ternyata it’s there.. Modem nya dikenali oleh Linux..

Bus 004 Device 001: ID 0000:0000
Bus 003 Device 005: ID 12d1:1003 Huawei Technologies Co., Ltd. E220 HSDPA Modem
Bus 003 Device 001: ID 0000:0000

Langkah selanjutnya brarti tinggal bikin dial up dengan menggunakan modem ini.. Contek dulu init string nya di Windows, trus bikin deh konfigurasinya di Linux:

# sudo vi /etc/wvdial.conf

Kemudian ketik konfigurasi dibawah ini deh:

[Dialer Defaults]
Modem = /dev/ttyUSB0
Baud = 460800
Init1 = AT
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Init3 = AT+CGDCONT=1, “IP”, “internet”
ISDN = 0
Modem Type = USB Modem
Phone = *99#
Username = ”
Password = ”

There.. Save deh file nya.. Kemudian dicoba deh dial.. Jalankan:

# wvdial

Dan setelah keluar cryptic message yang banyak, akhirnya muncul deh peringatan kita dapet IP berapa, DNS berapa, etc.. Brarti sudah konek nih.. Untuk memastikan, coba pake perintah:

# ifconfig

Kalo interface ppp0 sudah dapet IP, kemungkinan besar kita sudah terkoneksi ke Internet..

Lebih pastinya lagi, coba ping ke salah satu situs yang ada di internet..

Dan untuk lebih meyakinkan lagi, coba browsing deh..

The good news is, lampu di modem menunjukkan warna cyan.. it means.. HSDPA!!

March 18, 2008
by samuel
0 comments

Weird Debian

Today Im moving a harddisk contain Linux server (Debian) from one computer to another computer, everything is working fine, except one thing, the network can’t be up again.. This is fatal, what is a server without network.. What the world will say? (Apa kata dunia?)

My first guess, it’s a driver problem, since different ethernet card used on the new computer, but I look at the dmesg and system log, the driver is loaded perfectly, so what happen? So I install discover and lspci to investigate it deeper..

# apt-get install discover pcitool

From that tools, I’m more confident that the correct driver has been loaded, I’m also trying to load it again using modprobe, and that didn’t work out either..

After almost recompile the kernel for my last effort, I found something interesting, I found that Debian cached the mac address of the old ethernet card, the cached file can be found on /ets/udev/rules.d/z25_persistent-net.rules

I’m also looking on my Kubuntu that I use on my desktop computer and found the same fact, only it lies in the different file name: /etc/udev/rules.d/70-persistent-net.rules

So the problem lies in the fact that ethernet MAC addresses are cached. So I only need to remove the file to clear the cached value, run this command as root or using sudo:

# rm /ets/udev/rules.d/z25_persistent-net.rules

After I restart the server, the networking is back again, that simple! I Hope this will help, if you have the same problem..

January 16, 2008
by samuel
0 comments

Vi Editor (2)

UNIX treats the end of line differently than other operating systems. Sometimes when editing files in both Windows and UNIX environments, a CTRL-M character is visibly displayed at the end of each line as ^M in vi.

To remove the ^M characters at the end of all lines in vi, use:

:%s/^V^M//g

The ^V is a CONTROL-V character and ^M is a CONTROL-M. When you type this, it will look like this:

:%s/^M//g

In UNIX, you can escape a control character by preceeding it with a CONTROL-V. The :%s is a basic search and replace command in vi. It tells vi to replace the regular expression between the first and second slashes (^M) with the text between the second and third slashes (nothing in this case). The g at the end directs vi to search and replace globally (all occurrences).

January 2, 2008
by samuel
0 comments

Vi Editor (1)

Since VIM 6.0 the indent has been improved so much. But sometimes when we are pasting formated text (source code or HTML etc) into a buffer, VIM indents again so that lines will be padded with too much spaces.

To turn off the indents, just type this command:

:set noautoindent

And it’s disappear like magic..

Imagine, before I know this command, I have to fix the indents on 2000++ line of code using vi..

*sigh*