Honda Fit IDSI AT 2003

Honda Fit (Jazz kalau di Indonesia) adalah sebuah mobil compact hatchback 5 pintu yang fenomenal. Pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 2001 dan pada tahun 2002 Honda Motor Co., Ltd memutuskan untuk memproduksinya secara global. Di Indonesia sendiri, Honda Jazz mulai diproduksi pada tahun 2004.

Honda Fit sendiri, pertama kali masuk ke Indonesia sekitar tahun 2003 akhir sebagai mobil CBU, dan baru pada tahun 2004 ada versi CKD nya. Perbedaannya ada pada sistem exhaust yang sudah memakai sistem EGR pada Jazz CBU dan VIN yang dimulai dengan huruf MHR untuk Jazz CBU dan MRH untuk Jazz CKD serta no mesin yang diawali huruf P (Pattaya, Thailand) untuk versi CBU dan J (Jakarta) untuk versi CKD.

Di kabin yang membedakan versi CBU dengan versi CKD adalah fiturnya yang terasa lebih lengkap, seperti adanya gantungan baju pada pegangan tangan atas penumpang belakang dan gantungan shopping bag di belakang sandaran jok depan, lampu kabin yang matinya meredup, heater dan pernik-pernik lainnya

Honda Jazz generasi kedua diperkenalkan pada tahun 2007 di Jepang Mobil ini menawarkan wheelbase yang lebih panjang, lebih lebar, dan panjangnya juga bertambah secara keseluruhan. Mulai dijual di Indonesia awal tahun 2008.

Honda Jazz generasi ketiga diperkenalkan di Jepang pada tahun 2013. Pada pertengahan tahun 2014, Honda Jazz generasi ketiga mulai dipasarkan di Indonesia, walaupun desain bodi dan interior berubah total, namun mesin masih tetap sama dengan generasi kedua.

Kehadiran Honda Fit pada awal dekade 2000 diterima dengan baik di Jepang. Honda Fit merupakan mobil compact hatchback yang menggabungkan antara performa mesin yang handal di kelasnya serta tingkat konsumsi bahan bakar yang rendah. Selain itu, Honda Fit juga merupakan mobil compact hatchback dengan tingkat keselamatan tertinggi di kelasnya. Honda Fit telah meraih Japan New Car Assessment Program dan meraih rating maksimal; 6 bintang untuk Driver Seat serta Passenger Seat nya. Rating ini merupakan hasil tertinggi yang pernah dicapai oleh sebuah mobil compact hatchback di kelasnya. Selain itu, Honda Fit juga telah melalui tes uji tabrak menyeluruh di fasilitas Honda Motor-Real World Crash Test di Tochigi, Jepang.

Kalau disuruh memilih Fit tahun 2003 atau Jazz tahun 2004 yang lebih mahal harga pasarannya, aku memilih Fit, karena versi CBU ini memiliki fitur yang lebih lengkap daripada versi CKD nya.

Dari sisi kenyamanan berkendara pun, walau mesinnya hanya 1300cc tapi lebih cihui daripada mesin 1500cc milik Jazz. Dengan transmisi CVT (matic), mobil ini masih dapat lari di tol sampai 150kpj dengan tenang dan stabil.

Kalau dulu aku paling anti beli mobil matic, apalagi kalau sudah berumur, tapi sekarang mobil ini sudah mengubah pandanganku soal mobil matic. Apalagi (kebetulan) pemilik sebelumnya sangat merawat mobil ini, sehingga walau ketika jatuh ke tanganku sudah berusia 10 tahunan, tapi kilometer nya masih sangat rendah dan mesinnya terawat sekali. Setelah berpindah tangan, yang langsung diganti hanyalah shockbreaker karena memang sudah umurnya untuk diganti. Sekarang PR nya tinggal ganti per supaya mobilnya terlihat lebih akrab dengan tanah.

Ini adalah mobil Honda kedua ku, dan ternyata memang merk ini yang paling dapat membuatku tersenyum waktu mengendarainya.

Toyota Corolla SE Saloon 1987

Corolla GL-SE adalah generasi kelima dari keluarga Corolla, sering dianggap produk gagal karena ini adalah generasi pertama yang menggunakan penggerak roda depan, diawali pada tahun 83-84 dengan GL (AE80) yang mengusung mesin 2A 1300cc, kemudian disempurnakan lagi pada tahun 85-87 dengan SE (EE80) yang mengusung mesin 2E 1300cc. Denger-denger karena GL adalah percobaan pertama Toyota menggunakan penggerak depan, maka banyak masalahnya, karena itu disempurnakan oleh SE, jadi kalau mencari mobil ini, menurutku mending cari yang tahun 85 keatas.

Di negara asalnya, ada model sport Corolla Levin dan Sprinter Trueno yang tetap mempertahankan penggerak roda belakang. Sprinter Trueno dijual di Amerika sebagai Corolla SR5 dan GT-S. AE86 adalah kode untuk Levin dan Trueno bermesin kemampuan tinggi 4A-GE (1600 cc DOHC), yaitu GT, GT-S, GT-V, dan APEX. AE86 sangat popular dengan sebutan Hachiroku, yang berasal dari Bahasa Jepang, hachi = 8, dan roku = 6.

Generasi ini di Indonesia kurang populer jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya yaitu DX dan generasi sesudahnya yaitu Twincam. Namun hal ini malah menguntungkan karena kita bisa mendapatkan barang lebih muda dari DX namun dengan harga yang relatif murah.

Entah kenapa setelah dulu demam DX dan akhirnya terjual setelah ditawar mahal oleh orang, jadi pengen punya mobil retro lagi, dan setelah menimbang antara KE30 tahun 79 dan SE tahun 87, akhirnya aku meminang mobil ini. Mungkin gara-gara mobil ini adalah masih sodara dengan AE86 di Jepang (mimpi punya AE86 yang belum kesampaian)

Aku dapat mobil ini dalam kondisi terawat, sehingga sudah tidak perlu dandan lagi, kecuali dipoles body nya supaya lebih kinclong. Selama setahunan menggunakan mobil ini, kesimpulannya worth it banget karena bensin nya irit, secara mesinnya hanya 1300cc, ngga pernah rewel, cuma sekali saja rewel mesinnya pincang, ternyata gara-gara busi nya ada yang mati, setelah diganti, langsung ngacir lagi, tes di tol masih kuat lari 140kpj dengan tenang, hanya mengingat ini mobil sudah tua dan rem nya juga berumur, jadi cuma berani bejek sampai segitu saja.

Worth to buy karena dengan harga lebih murah dari DX, kita mendapatkan umur yang lebih muda dan spare part nya masih melimpah. Namun sama seperti memilih mobil lainnya, kita kudu jeli melihat kondisinya karena bagaimanapun juga ini mobil yang sudah berumur.

Nissan Grand Livina XV 2012

Nissan Livina adalah mobil MPV kompak buatan Nissan Motors yang dirakit di China, Indonesia, Brazil dan Filipina. Grand Livina adalah versi panjang 7-seater yang berbentuk MPV, sedangkan Livina adalah hatchback 5-seater.

Pertama diluncurkan di Indonesia pada tahun 2007, Livina langsung laris bak kacang goreng, dengan harga sedikit diatas Avanza tetapi di bawah Kijang, membuat sang penguasa MPV ketir-ketir.

Mesin yang digunakan oleh Grand Livina adalah 1,5 liter dan 1,8 liter. Varian 1,5 liter menggunakan mesin dengan kode HR15DE sedang varian 1,8 liter menggunakan mesin berkode MR18DE. Transmisi yang tersedia adalah 5 speed manual hanya tersedia untuk varian 1,5 liter, 6 speed manual untuk varian 1,8 liter, dan 4 speed automatic tersedia untuk kedua varian.

Tipe yang ada di Indonesia adalah 1.5 SV, 1.5 XV, 1.8 XV, dan 1.8 Ultimate. Tipe 1.5 SV adalah varian paling standar di antara varian yang ada dan hanya tersedia dalam pilihan transmisi manual. Tipe 1.5 XV, 1.8 XV,dan 1.8 Ultimate tersedia dengan transmisi manual dan automatic. Perbedaan di antara varian SV, XV, dan Ultimate adalah pada kelengkapan standarnya, dimana 1.8 Ultimate adalah yang terlengkap, sudah dilengkapi dengan rem ABS, BA, EBD, dan interior lebih mewah daripada varian dibawahnya.

Pada tahun 2011 Livina mengalami facelift pertama, pada tahun ini juga keluar versi murah tipe S dengan ciri bumper bagian bawah berwarna hitam. Kemudian pada tahun 2013, Livina kembali mengalami facelift dengan bentuk lampu depan dan belakang yang lebih sporty, sayang sekali mobil ini dibeli pada tahun 2012, jadi masih belum mengalami facelift yang kedua.

Bicara soal kenyamanan, jika dibandingkan dengan MPV lain yang pernah saya miliki sebelum ini (ada pada posting sebelumnya), Livina jauh lebih nyaman dan STABIL. Pernah tes sampai 160kpj juga masih tenang larinya, hanya hati yang tidak tega melihat mesinnya hampir mencapai red line.

Dari segi keamanan juga sangat diperhatikan, mulai dari type SV, yang tergolong varian termurah saja sudah dilengkapi “side body impact” yang diklaim mampu membantu meredam benturan dari samping. Selain itu di type ini juga sudah dilengkapi dengan “self steer release” yaitu setir akan terlepas dan jatuh dengan sendirinya jika terjadi benturan, untuk tipe tertinggi sudah dilengkapi dual airbag, ABS, EBD dan lain-lain.

Kesimpulannya setelah hampir dua tahun menggunakannya, mobil ini sangat worth to buy, karena faktor kenyamanan yang (katanya) setingkat sedan, tergolong irit dalam penggunaan bahan bakar dan didukung after sales yang baik (sudah 3x klaim dan semuanya diganti baru for free).

Sempat terpikir untuk ganti ke All New KIA Carens atau Kijang Innova, Tapi setelah dipikir lagi, mungkin saya akan terus gunakan mobil ini sampai 2-3 tahun  lagi..

Honda City Type Z VTEC 2000

City adalah kendaraan subcompact buatan Honda, yang diproduksi sejak tahun 1981, pada mulanya dibuat hanya untuk pasar Jepang, Eropa, dan Australia. Tapi pada tahun 1994, pemasarannya dihentikan tanpa ada kelanjutannya.

Tapi nama City tidak hilang, karena kembali digunakan untuk produk sedan 4 pintu, yang ditujukan untuk pasar negara berkembang, Asia-kecuali Jepang, meskipun di kemudian hari, juga dipasarkan di Amerika Latin dan Australia.

City generasi 3 ini kode body nya adalah SX8, dan kode chassis nya 3A2 untuk yang 1300cc dan 3A3 untuk yang 1500cc. Semua SX8 ini adalah small 4-door sedan dengan mengambil basis dari Honda Civic EF (Grand Civic), tidak heran bisa dibilang semua penampilannya mirip..

SX8 didesain hanya untuk pasar Asia Tenggara, dengan produksi perdana di Thailand pada tahun 1996. Sekitar 70% partnya dibuat di Thailand. Seiring perkembangan, City juga diproduksi di Malaysia, Pakistan, Indonesia, India, dan Filiphina.

Chassis 3A3 mulai diperkenalkan di tahun 2000, ini yang dikenal dengan nama City Type Z, dipersenjatai dengan mesin 1500cc VTEC D15B (Vti), atau kita biasa menyebutnya Honda City Type Z VTEC. Salah satu perubahan signifikan adalah penggunaan stabilizer pada suspensi belakang untuk handling yg lebih baik.

Pada masanya, mobil ini termasuk mobil yang overprice atau muahaall.. Bayangkan pada tahun 2003, mobil ini sudah seharga 175jt, sedangkan di saat yang sama, New City keluar dengan harga 150jt an.

Tapi jika kita beli di saat ini, mobil ini bener-bener worth to buy, karena harganya sudah terjun bebas.. Saat mobil ini dibeli, harganya sudah tinggal 90jt an.

Mobil ini benar-benar seperti serigala berbulu domba, tampangnya manis, tapi klaimnya mobil ini sanggup menyemburkan 115 HP. Kenyataannya, dalam keadaan standard, kalau hanya lari 180km/jam, itu soal enteng.

Mesin D15B ini, orang bilang dilengkapi VTEC murni, sebenernya agak2 berlebihan.. Karena kalau dilihat sejarahnya, justru mesin ini “diturunkan” kebuasannya, dari 130 HP di versi JDM, menjadi 115 HP saja untuk pasar Asia. Kenapa? Jawabannya simple, kalo versi JDM nya dipasang.. Mesin perlu RON 95 utk bahan bakarnya, wkwkwkwk..

Trus apakah dengan “hanya” 115 HP membuat kita sedih? Nanti dulu.. Coba dipikir, apakah mobil-mobil 1500 cc masa kini ada yg sampai 115 HP? Sepertinya belum ada..

Meskipun kapasitasnya diturunkan, tapi karena desainnya adalah mobil kencang.. Jelas masih terasa sekali bedanya..

Mobil ini juga memilki system suspensi yang sporty. Pada kelasnya, dia salah satu dari sedikit mobil sub-compact yang punya sistem suspensi full independent di belakang, enak handlingnya, manuver, dan fun to drive. System suspensi ini tidak dipake di City berikutnya karena mahal. (well, jadi keluarga Honda City setelah Type Z ini, suspensi belakangnya pake bar, gubraks..)

Hebatnya, mobil ini bisa diajak kenceng, tapi juga bisa diajak irit, tingkat konsumsi bensinnya bisa sampai 1:14 jika kita pakai pelan-pelan atau ke luar kota.. Jadi dapat dibilang mobil ini adalah mobil salah desain, tadinya mau digunakan sebagai alternatif mobil murah di bawah Civic, tapi malah jadi mobil yang berkualitas dengan harga relatif “murah”.

Sangat worth to buy untuk saat ini.. Tapi kudu lihat kondisinya juga karena usianya saat ini sudah mencapai 10 tahunan, dimana ibarat anak-anak, umur 10 tahun adalah usia SD, jika rawatan orang sebelumnya ngga bener, anaknya jadi suka jajan..

Toyota Corolla DX 1982

Toyota Corolla memiliki sejarah panjang di Indonesia, diproduksi oleh Toyota Motor Corp Jepang, generasi pertama muncul pada tahun 1966 dan mulai masuk ke Indonesia tahun 1972.

Mesin corolla ini terkenal sangat tangguh dan mempunyai kemampuan tinggi, terbukti telah menjadi juara di beberapa ajang rally dunia seperti di Amerika dan Finlandia.

Di Indonesia sendiri, sejak diperkenalkan pada tahun 1972, mobil ini langsung menjadi best seller. Modelnya yang cukup memikat pada jamannya, serta kemudahan perawatan, menjadikan mobil ini sebagi mobil dinas favorit pada beberapa instansi pemerintah dan swasta. Bahkan beberapa perusahaan taxi pun, mempercayakan mobil ini untuk memperkuat armadanya.

Corolla DX yang ada pada gambar diatas adalah salah satu produk tahun 80an dari Toyota yang melegenda di Indonesia. Muncul pada tahun 80-83, produk ini adalah produk generasi keempat Corolla, dan merupakan produk terakhir Corolla yg berpenggerak roda belakang.

Untuk mobil dengan usia 30 tahunan, harganya terbilang agak tinggi, karena DX saat ini banyak penggemarnya, harganya bahkan lebih tinggi daripada GL atau SE yang terbit setelahnya (karena GL dan SE kemudian menggunakan penggerak roda depan). Ini yang membuat DX, menurutku, layak untuk direstorasi, karena selain model nya yang timeless, mobil ini juga masih memiliki resale value yang baik.

Dan, setelah beberapa bulan terkena demam retro, akhirnya aku mendapatkan mobil retro pertamaku, sebuah Toyota DX tahun 82. Masih belum tahu apakah akhirnya mobil ini akan di restorasi, atau dijual kembali, tergantung penawaran yang masuk 🙂

PR yang sudah dikerjakan adalah kuras radiator, bersihkan AC, ganti seluruh sistem kompresor AC dan kawan-kawannya, ganti semua oli dan belt, ganti shock breaker depan. Untuk tampilannya, sementara dibiarkan apa adanya dulu..

So far, soal mesinnya yang badak, memang sudah terbukti, sekalipun usianya sudah termasuk uzur, mobil ini masih mampu berlari 120km/jam di jalan tol. Bolak balik menemaniku bekerja ke luar kota juga tidak ada masalah.. Selama ini ke bengkel hanya untuk servis rutin saja..

Satu hal yang mengganggu hanyalah body nya yang keropos sehingga kadang bau asap ikut masuk ke dalam kabin, selainnya itu, sebenarnya ini mobil yang masih sangat worth it untuk digunakan sehari-hari, apalagi setelah diganti AC nya, mobil ini tidak kalah dingin dengan mobil baru..

Sangat worth to buy, asal dapat yang kondisinya bagus..

Toyota Avanza G 2006

Tahun 2004, kolaborasi Toyota dan Daihatsu membuat kejutan dengan menciptakan Avanza/Xenia, mobil yang disebut dengan “baby kijang” (bukan, bukan kawin silang dari rusa dan babi), ukuran sedikit lebih kecil dari Kijang, dengan bentuk yang lumayan manis, dan yang paling penting, harganya murah! Hanya sedikit diatas city car seperti Karimun.

Setelah launching, penjualannya meledak sampai saat ini..

Fiturnya boleh dibilang pas-pas an, power steering, AC, power window, wiper belakang dan alarm sudah ada (untuk tipe G), kapasitasnya bisa untuk 7 penumpang, walau kalau dipaksakan, 12 orang juga masuk..

Mobil ini sering disebut duo kaleng di forum-forum karena plat body nya yang tipis, pernah suatu ketika mobil ini dibawa istri dan nyenggol jembatan, pintunya langsung melesak ke dalam.. Benar-benar kaleng, hanya bedanya kalo dibuka bagian dalamnya, kita sudah tidak menemukan tulisan macam Khong Guan atau merk biskuit lainnya..

Kekurangan terbesar selama memiliki mobil ini adalah pada suspensinya yang parah, apalagi jika mobil dalam keadaan kosong, pada jalanan yang tidak rata akan kerasa sekali goncangannya, pada kecepatan tinggi di tol, baru 140km/jam rasanya sudah seperti melayang.. Seram..

Tahun 2006 adalah tahun peralihan antara VVTi dan belum, Avanza setelah bulan Oktober (kalau tidak salah), adalah VVTi dan sayangnya mobil ini dibeli pada bulan Maret, jadi ini versi yang masih belum VVTi.

But overall, mobil ini sangat worth to buy, apalagi jika untuk mobil operasional, harga cukup ekonomis dan punya resale value yang tinggi, konsumsi BBM cukup hemat, rata-rata 1:12 dan perawatannya gampang dan murah (asal ngga di bawa ke beres), karena populasi nya yang banyak, spare part nya juga sudah banyak dapat ditemukan di bengkel umum.